Selasa, 04 Desember 2012

Tips Lolos Tahapan Seleksi Tes CPNS


FwoSensei.com - Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian bagi sebagian pencari kerja dengan alasan yang berbeda-beda. Oleh karenanya setiap penerimaan PNS selalu diminati oleh ribuan bahkan puluhan ribu calon pelamar PNS (CPNS).
Agar dapat lolos bersaing dalam persaingan tersebut, anda harus memiliki bekal atau skill yang memadahi. Seleksi CPNS bukan merupakan hal yang sakral dan untouchable untuk dipelajari. Untuk itu berikut ini beberapa tips untuk menambah bekal Anda lolos dari Tahapan Seleksi CPNS:
  1. Menyiapkan Berkas-Berkas Formal. Tahapan menjadi PNS memerlukan syarat-syarat administrasi yang sangat formal dan birokratif. Untuk itu Anda sebaiknya menyiapkan hal-hal yang bersifat formal seperti Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Kuning Pencari Kerja.
  2. Mengenal Tipe Soal Ujian Tertulis. Tahapan ini merupakan proses penyaringan CPNS yang paling dominan. Anda diminta untuk mengerjakan soal-soal yang terdiri atas : Soal Bahasa Indonesia, Soal Bahasa Inggris, Soal Tata Negara, Soal Falsafah & Ideologi, Soal Pengetahuan Umum, Soal Tes Bakat Skolastik dan Toefl Practice (Paper-Based).
  3. Mengenal Tipe Wawancara. Jenis wawancara CPNS sedikit berbeda dari wawancara seleksi di perusahaan swasta. Secara umum anda diharapkan mampu menampilkan citra jujur, loyal dan kesungguhan Anda bekerja sebagai PNS. Berikut ini tips dalam menampilkan citra diri yang jujur, loyal dan penuh kesungguhan: 
  • Gunakan Kemeja Lengan Panjang, Celana Kain (Casual), sepatu hitam kulit, kaus kaki hitam,  
  • Rambut Rapi dan Wajah Ramah,  
  • Sedikit-sedikit gunakan Bahasa daerah halus dan gerakan sopan yang khas daerah Anda untuk menunjukan bahwa Anda telah menyatu dengan daerah lokal Anda tinggal. Namun di lain sisi, selipkanlah istilah-istilah Asing sehingga mampu menimbulkan kesan bahwa Anda adalah orang daerah yang berpendidikan maju, luwes serta unique. Hal ini akan meberikan kesan tersendiri bagi pewawancara. Misalnya untuk Jawa, bisa menggunakan kalimat sebagai berikut: “Nuwun sewu, saya bukannya tidak sependapat dengan statement bapak menganai hal tersebut…” (sambil ibu jari tangan menunjuk halus ke arah pewawancara)  
  • Jawablah pertanyaan mengenai gaji dengan jawaban tidak muluk-muluk atau tidak terlalu rendah, namun sesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) di tempat Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar